Jumat, 10 Oktober 2014

open trip samarinda labuan cermin biduk biduk berau jalur darat

wisata labuan cermin via darat start dari samarinda tarif sejuta perorang minimal 7 orang untuk paket standar, jika kurang dari 7 orang tarif menyesuaikan (update agustus 2015)

7 orang @1.000.000
6 orang @1.100.000
5 orang @1.300.000
4 orang @1.500.000
3 orang @ 2.000.000
2 orang @ 3.000.000


Hanya sejuta perorang paket trip wisata biduk-biduk berau jalur darat dari samarinda terbatas maksimal 7 orang All in transportasi mobil pp samarinda biduk-biduk, akses menuju spot wisata, penginapan, kamar mandi di dalam dan makan selama di biduk-biduk, pelampung bagi anda yang tidak bisa berenang

Spot wisata 1, Danau labuan cermin, 2 pulau kaniungan besar dan kecil, 3 spot snorkling, 4 teluk sigending lokasi berkumpulnya penyu, 5 hutan bakau lokasi berkumpulnya monyet bekantan, 6 Air terjun teluk sumbang... spot lain bisa call di contact person

Note:
- Bentuk grup 7 orang maka bagi anda yang mampu mengumpulkan grup dapat berangkat free alias gratis cukup 6 orang saja yang bayar
- paket sejuta perorang ini selama 3 hari termasuk perjalanan start jumat sore pulang minggu siang
- untuk penyewaan snorkel bisa lewat kami
- perjalanan lancar 11-12 jam termasuk istirahat
- more info cp. ogie 085247977969 phone only tidak melayani sms


Danau dua rasa labuan cermin



Pantai biduk biduk




Danau Labuan cermin


Pantai Biduk biduk

Kami melayani transportasi darat mobil carteran tujuan luar kota Samarinda- Balikpapan- Bontang- Sangatta- Bengalon- Sangkulirang- Muara Wahau - Tanjung redep- Biduk biduk Berau- Sebulu- Muara Kaman- Kota bangun- Melak-Penajam- Tanah grogot Banjarmasin (Kalimantan Selatan)
More info 085247977969/ whatsapp tidak melayani sms, pin bbm 76a43901

Kamis, 03 April 2014

Biduk-biduk part 3


kamis 3 april 2014

Ini pertama kalinya aku ke biduk-biduk bawa mobil kesana dgn 3 orang tmn start sore jam 4 dari samarinda. di simpang badak berhenti sejenak menunggu tmn dari balikpapan yang pengen bareng ke biduk-biduk. mobil terios merah punya bos siap membawa kami hingga ke biduk-biduk

SEKILAS tentang kondisi jalan samarinda menuju
biduk-biduk sekitar 440 km
Samarinda-bontang 105 km kondisi jalan aspal 70
persen sisanya jln berlubang dan banyak tanjakan
estimasi waktu 3 jam. ketemu pertigaan belok kiri
menuju sangatta
Bontang-Sangatta setelah simpang 3 bontang 60 km kondisi jalan 80 persen aspal hati2 banyak longsoran plus lobang di tengah jalan. sampai sangatta lewat
terminal lalu jembatan kembar ketemu simpang 4
belok kiri lurus saja ketemu 2 jalur cor semen setelah
simpang 4 kurang lebih sekilo ketemu pom bensin
ngga jauh dr kfc kita stop nunggu yang lain

Sangatta - simpang perdau bengalon 40 km
kondisi jalan aspal 70 persen, hati2 longsoran,
simpang pedau ditandai dgn simpang 3 ada pom dan
pos polisi kita ambil ke kanan (165 km dr samarinda)
Bengalon simpang perdau - kaliorang 60 km kondisi
30% aspal, 20% jalan cor sisanya jln tanah
pengerasan hati2 licin bila hujan plus debu jika kering.
ketemu simpang 4 kaliorang ditandai ada polsek (260
km dr samarinda)dr simpang 4 belok kiri ke arah
kaubun
Kaliorang simpang 4 - kaubun sampai fery gm 35 km
80% aspal, hati2 pengalihan jalan saat lewat
jembatan dan tikungan tajam ujung jalan ditandai dgn
habisnya aspal dan sebelah kiri ada ruko dua tingkat
wajo collection.. kita belok kanan jalan tanah lurus
saja ada plang nya petunjuk jalan.. (300km dri
samarinda dari jalan utama kurang lebih 3 kilo sampai penyeberangan

fery gm-hingga simpang 3 lempake lenggo 40 km
kondisi jalan 80 persen. batu2 jalan sawit. setelah fery
kita ambil jalan ke kiri melewati log kayu lurus saja
ikuti jalan. melewati rumah orang dayak atap biru
kebun sawit, perhatikan plang pertunjuk ke arah
lempake hingga ketemu simpang 3 kita ambil ke kanan
(300 km dr samarinda )
Simpang 3 lempake lenggo-hingga lenggo batu putih
40 km 80% aspal mulus, 10 km pertama jalan tanah
jika hujan sangat becek resiko
amblas. ujung jalan kita akan ketemu simpng 3 ambil
ke kanan jlan aspal (340 km dr samarinda
Lenggo sampai biduk-biduk 60 km aspal 90% hati2
tikungan tajam jalan sempit.. sampai biduk2 kita akan
ketemu gapuran desa tnjung perepat tanda kita telah
memasuki kecamatan biduk2


samarinda tanjung redep biduk-biduk

iya setelah 40 an kilo meninggalkan penyeberang kami berpisah dari rombongan ke biduk-biduk kami ambil jalan ke kiri menuju tanjung redep. dan wow jalan ini msh pengerasan

Jumat, 27 Desember 2013

Biduk-biduk part 2


Jumat 27 Desember 2013

Setelah galau sepanjang hari akhirnya sore jam 6 menjelang magrib aku pun menuju jalan sentosa. Disana aku telah ditunggu untuk bergabung dengan rombongan mas agus, frisca, firman dkk. Semalam sebelumnya motor udah kucek ulang, pakaian pun sudah siap beberapa potong di tas ransel. Akhirnya perjalanan menuju biduk-biduk pun dimulai dengan 1 motor dan 1 mobil 4 wd.

Sempat stuck di kilo 46 lenggo dan baru bisa melanjutkan perjalanan setelah melepas spakbor depan motor. iya karena hujan jalan tanah jadi lengket dan ban depan sangkut di spakbor. karena melepas spakbor tim mobil harus menunggu. perjalanan dilanjutkan hingga kecamatan batu putih disini aku udah ingat semua karena di 2007 sempat bolak balik untuk nonton pertandingan bola dan volly. finally jam 10 pagi tiba lah kami di biduk-biduk

Homestay tuk kami tempati di biduk-biduk rumah mas eko dekat tower di biduk-biduk kenalan dari salah satu teman di tim mobil. Baru mematikan mesin motor ngga lama lewat mobil baru hilux merah di dalamnya ada sosok yang aku kenal pak abdullah atw bapak roni atw bapak kaco panggilan beliau. langsung aku hidupkan mesin motor coba mengejar tapi sayang kehilangan jejak dan aku pun kembali ke rmh mas eko.

rupanya ada tim lain yang pulang ke samarinda setelah berpikir sejenak aku pun ijin untuk bareng pulang. tim mobil yang bareng aku ikut sempat kaget sebab baru sampai masa udah pulang. Alasanku sih masih ada kerjaan di samarinda dan mumpung ada teman bareng pulang. Ketika udah pamitan eh ternyata ban belakang bocor jadi mesti ditambal, sedikit cerita harus nunggu lama karena mekanik nya masih selesaikan mesin cuci mobil

dan perjalanan pulang ke samarinda pun di mulai sekitar jam 1 siang. Aku sempatkan selfie di jembatan labuan cermin beberapa foto. Di daerah batu putih sekitar 30 kilo dari biduk-biduk kami istirahat makan sekitar jam 3 sore baru lah melanjutkan perjalanan pulang. Memasuki lenggo 46 kondisi hujan dapat saya tempuh dengan lancar dalam kecepatan rendah melewati jalan berlumpur. Di perjalanan dari arah berlawanan ada beberapa motor agak kesulitan menembus jalur ini dan syukur dalam perjalanan aku tidak mengalami kendala hingga penyeberangan gm

sekitar jam 10 malam aku pun stop di bengalon ngga sanggup melanjutkan perjalanan karena lelah dan ngantuk. setelah pamitan dan ambil barang dengan tim mobil aku pun ditinggal sendirian di bengalon

Senin, 04 Juni 2007

Biduk-biduk part 1

Biduk-biduk part 1

Pertama kali mengenal Biduk-biduk

"Berau 10 ???"
wah itu berau daerah mana ya tanyaku ketika membaca isi cabutan dalam pembagian lokasi kkn reguler unmul angkatan ke 33 tahun 2007. Sejenak terdiam karena kemauanku sih dapat di daerah samarinda saja tapi malah dapatnya di berau. Ah sudahlah terima saja sapa tau ada yang cantik dalam kelompok. lalu dalam lamunan mudahan sih cewek semua dalam kelompokku. hehe..

Cabutan pun selesai kulihat udah banyak nih yang nempel kertas di papan pengumuman LPPM. Oh iya LPPM ini lah yang mengkordinasi kegiatan KKN unmul dimana terbagi dari KKN Profesi, Kompetensi dan terakhir regular yang aku pilih. Aku sudah liat satu nama yang mencari kelompok namanya lia dan dia cantumkan nomor hapenya. Sengaja tidak aku telpon sampai kira2 terkumpul semua anggota kelompok

Dan lengkaplah sudah kelompok dimana satu cewe aku kenal namanya dian dari fakultas kesmas. Ngga kenal banget sih tapi sering ketemu karena kami satu gedung di perpustakaan unmul

Perjalanan menuju Berau

Yup tepat jam 5 sore start dari samarinda menuju tanjung redep berau menggunakan 2 bis pesut kencana yang punya pangkalan di jalan pemuda 3. sekitar jam 10 malam tiba di sangatta untuk istirahat sejenak makan malam sebelum melanjutkan perjalanan yang katanya tidak akan nyaman. Jalan provinsi banyak rusak, longsor di beberapa titik. finally tiba di tanjung redep jam 11 siang. sedikit cerita buku pedoman kkn ketinggalan

Perjalanan menuju biduk-biduk

Setelah mengikuti serah terima di kantor bupati berau pagi harinya maka kami pun berangkat menuju biduk-biduk, dengan segala persiapan tepat jam 10 kami meninggalkan kota tanjung redep. Menggunakan mobil Toyota Kijang LGX kapsul kami isi sampai 9 orang, supaya muat aku duduk di antara driver dan kursi depan sebelah dekat persneling, kursi tengah 4 orang lalu 2 orang tmn kami duduk di atas barang kursi belakang. finally memasuki biduk-biduk kami pun disambut dengan pohon kelapa sepanjang jalan, walau mulai agak gelap samar samar terlihat pantai dan wow banyak anjing laut. tepat jam 7 setelah bertemu kepala kampung kami pun di antar menuju sebuah rumah yang menjadi posko kkn kami

Pagi pertama di biduk-biduk

Posko kami terletak di kampung Teluk Sulaiman daerah ujung kecamatan biduk-biduk. Setelah solat subuh kami pun jalan jalan menuju ke dermaga ujung kampung teluk Sulaiman. Dingin banget udara yang kami rasakan di dermaga yang tidak jauh dari dermaga ada pos tentara AL, saya pun sempat berkenalan dengan salah satu mas tentara yang bertugas bernama Agus Waluyo. Sampai lupa mengenalkan anggota kelompok kami terdiri dari Rusliah atw Lia dari Fekon jurusan akuntansi, Merry dari Hubungan Internasional Fisipol, Carry Yamiki dari ESP Fekon, Mety dari F.Mipa jurusan Kimia, Susanti dari Fkip Bahasa Inggris, terakhir saya dari F.Hukum sebagai ketua kelompok

sebagai ketua kelompok teman teman ada yang bilang saya aneh. ya mungkin karena baju pink yang selalu saya pakai.. haha

Mengenal danau labuan cermin

Saat itu hanya satu kapal yang melayani ke labuan cermin di kemudikan oleh bapak ahmad dan tarifnya hanya 2000 rupiah perorang. Danau labuan cermin 2007 belum ada dermaga jadi kalau masuk danau ya duduk di tepi danau. Pipa pdam msh melintang menghalang jalur masuk klw tidak saat laut surut kita tidak dapat langsung masuk ke danau 

Dan perjalanan pulang pun tiba...

Sedih rasanya harus pulang apalagi mengingat suasana di biduk biduk. Tepat jam 3 sore perjalanan ke tanjung redep di mulai setelah tangis tangisan kami pun meninggalkan biduk. Yang menjemput kami bapak ilhamdi yang saat kami datang beliau yang mengantar dari tanjung redep.

Ada cerita lain saat pulang aku kehabisan uang saku, nah ketika tiba daerah talisayan singgah makan hanya aku yang tidak turun dari mobil.

"Nur kamu ngga ikut makan kah ?" Tanya meti
"Ngga ikut" jawabku "aku ngga punya uang
"Aku yang bayarin " jawab meti

Akhirnya aku pun turun pesan nasgor dan es teh. Makasih banyak buat meti yang mau bayarin makan


To be continue...